Penyakit Meningioma – Gejala, Penyebab Dan Komplikasi

Meningioma adalah tumor yang terbentuk di meninges, yaitu selaput pelindung otak dan tulang belakang. Tumor ini biasanya terjadi di otak, namun bisa tumbuh di tulang belakang. Hampir semua penyakit meningioma termasuk tumor jinak (bukan kanker) dan sekitar 80% dari penderita bisa disembuhkan jika seluruh tumor diangkat.

Meningioma adalah penyakit yang terjadi pada semua orang, namun sebagian besar terjadi pada wanita yang berusia 45 tahun. Anda bisa mencegah terjadinya meningioma dengan mengurangi berbagai faktor risiko.

Penyebab Meningioma

Tumor Meningioma disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel yang tidak normal pada lapisan permukaan otak, sumsum tulang belakang atau akar saraf tulang belakang. Namun penyebab pertumbuhan tidak normal tersebut belum diketahui secara pasti. Diduga ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya meningioma, yaitu:

  • Obesitas. Meski banyak penderita meningioma juga mengalami obesitas, belum diketahui secara pasti apa kaitan antara kedua penyakit ini.
  • Radioterapi. Risiko terkena penyakit meningioma akan meningkat pada orang yang penah menglakukan kemoterapi di kepala.
  • Wanita. Meningioma umumnya diderita oleh wanita, hal ini diduga terkait dengan hormon pada wanita.
    Penderita Neurofibromatosis tipe 2. Kelainan genetik yang menyebabkan pertumbuhan tumor diberbagai jaringan saraf.

Gejala Meningioma

Gejala yang terjadi pada setiap penderita meningioma akan berbeda, tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Gejala meningioma mungkin pada awalnya tidak terlihat, atau dapat juga muncul bertahap, seperti:

  • Sakit kepala yang semakin lama semakin memburuk
  • Mual dan mutah
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Gangguan ingatan
  • Gangguan indera penciuman
  • Hilang pendengaran
  • Kelemahan anggota tubuh
  • Pandangan kabur atau berbayang
  • Perubahan perilaku

Diagnosis Meningioma

Dokter akan menjalankan prosedur pencitraan otak dengan CT scan atau MRI, guna mengetahui posisi dan ukuran tumot. Jika ada keraguan apakan tumor jinak atau ganas, dokter bedah saraf akan mengambil sebagian atau seluruh tumor untuk dianalisa (biopsi).

Komplikasi Meningioma

Meningioma dan beberapa proses pengobatannya yang melibatan bedah dan radioterapi, dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti kesulitan konsentrasi, kejang, hilang ingatan, dan perubahan kepribadian.

Pengobatan Meningioma

Apabila gejala yang dialami semakin memburuk, dokter akan menyarankan untuk melakukan pembedahan untuk membuang tumor. Namun, apabila tumor tumbuh didekat struktur tipis pada otak atau tulang belakang, tumor mungkin tidak dapat dibuang seluruhnya. Setelah menjalani pembedahan, pasien akan menjalani prosedur yang tergantung pada sejumlah faktor berikut:

  • Bila tidak terlihat sisa tumor, pasien hanya akan menjalani pemeriksaan secara berkala dan tidak menjalani pengobatan lanjutan
  • Bila terdapat tumor yang tersisa dan tergolong jinak, dokter akan menyarankan pemeriksaan. Pasien akan menjalani radioterapi untuk mengatasi tumor yang tersisa
  • Bila tumor yang tersisa termasuk ganas, pasien akan menjalani radioterapi

Prosedur pembedahan bisa berisiko menyebabkan infeksi dan pendarahan. Risiko lain yang dapat terjadi tergantung pada loka dimana tumor berada. Seperti pada kasus pembedahan untuk membuang meningioma disekitar saraf optik, risiko yang terjadi adalah hilangnya penglihatan.

Artikel Terkait :

    selectione1h

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *