Penyakit Hordeolum – Penyebab, Gejala Dan Komplikasi

Mata Bintitan atau dalam dunia medis disebut Hordeolum seringkal dikaitkan dengan kebiasaan suka mengintip, namun hal tersebut tidak ada kaitannya sama sekali. Pada dasarnya mata bintitan terjadi karena adanya infeksi pada kelenjar kelopak mata. Mau Tahu Apa Sebenarnya Hordeolum? Dan Apa Penyebabnya? Yukk Simak Ulasan Dibawah Ini!!

Hordeolum atau Mata Bintitan adalah keadaan saat bintil menyakitkan yang mirip dengan jerawat atau bisul tumbuh di tepi kelopak mata. Peradangan yang terjadi pada kelopak mata tersebut dapat menyebabkan pembengkakan (benjolan), nyeri, kemerahan bahkan terjadi penumpukan nanah (pus) atau disebut juga dengan abses. Sebagian besar kasus hordeolum terjadi pada kelopak mata bagian luar, namun bintil tersebut juga kadang tumbuh dibagian dalam kelopak mata, dan kondisi ini akan sangat menyakitkan.

Jenis-Jenis Hordeolum

Terdapat 3 kelenjar kelopak mata yang sering terinfeksi yakni kelenjar Zeis, Moll dan Meibom.

Berdasarkan kelenjar yang terinfeksi, hordeolum dibagi menjadi 2 jenis, yaitu hordeolum interna dan hordeolum eksterna.

  • Hordeolum Interna – Infeksi terjadi pada kelenjar meibom, dan biasanya akan tumbuh pada kelopak mata atas
  • Hordeolum Eksterna – Infeksi terjadi pada kelenjar Zies dan Moll, dan biasanya benjolan akan mengarah ke sisi luar dan muncul pada pangkal mata karena lokasi kedua kelenjar tersebut berada di pangkal bulu mata

Penyebab Hordeolum

Hordeolum disebabkan oleh infeksi bakteri stafilokokus, jenis bakteri yang sering menyebabkan bisul pada kulit.
Bakteri stafilokokus umumnya hidup di kulit manusia tanpa menyebabkan apapun, namun saat Anda menyetuh mata dengan tangan yang kotor maka akan meningkatkan risiko terjadinya hordeolum atau mata bintitan. Selain itu,ada beberapa faktor yang memicu terjadinya hordeolum, seperti:

  • Pemakaian kosmetik yang sudah kedaluwarsa
  • Menggunakan lensa kontak yang tidak steril
  • Tidak membersihkan makeup saat akan tidur
  • Nutrisi yang buruk
  • Anak remaja enderung lebih sering terkena hordeolum
  • Mengidap peradangan pada kelopak mata atau blefaritis

Gejala Hordeolum

Hordeolum ditandai dengan adanya benjolan kecil kemerahan pada kelopak mata yang terasa sakit. Umumnya, benjolan tersebut hanya terjadi pada satu mata namun ada kemungkinan terjadi pada kedua mata. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang menyertai terjadinya hordeolum:

  • Pembengkakan pada kelopak mata
  • Mata atau kelopak mata memerah
  • Rasa sakit, terutama saat berkedip
  • Benjolan terasa lembut
  • Adanya sensai terbakar pada mata
  • Kelopak mata tampa sayu
  • Pandangan kabur
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Mata berair
  • Sensasi seperti kelilipan atau ada benda asing pada kelopak mata

Hampir semua kasus hordeolum dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 7 sampa 20 hari. Hordeolum dapat sembuh setelah pecah dan mengeluarkan nanah, namun perlu Anda ketahui, jangan pernah mecoba memencet atau memecahkan benjolan hordeolum sendiri, karena hal tersebut hanya akan memperluas infeksi bakteri tersebut.

Komplikasi Hordeolum

  • Kista Meibom – Hordeolum yang persisten pada bagian kelopak mata dalam dapat menyebabkan tumbuhnya kista meibom atau yang dikenal dengan kalazion.
  • Selulitis Periorbital – Infeksi yang menyebar ke jaringan sekitar mata dapat menyebabkan terjadinya selulitis periorbitalis.

Apabila hordeolum tak kunjung sembuh dan rasa sakit semakin parah, sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan. Langkah penanganan yang umumnya dilakukan yaitu dengan mengeluarkan nanah agar tekanan pada mata dapat berkurang.

Penggunaan antibiotik mungkin akan dianjurkan oleh dokter, terutama bagi Anda yang sudah mengalami komplikasi seperti kalazion. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen herbal untuk kesehatan mata yang sudah terbukti dan teruji klinis.

Artikel Terkait :

    harga obat mata herbal

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Gunakan Jari Anda Dengan Bijak!!