Penyakit Bursitis – Gejala, Penyebab Dan Pengobatan


Bursitis yaitu peradangan atau pembengkakan dari sebuah kantung berisi cairan pelumas yang disebut dengan synovium. Synovium umumnya terletak disekitar bahu, siku, pinggul, lutut, kaki dan berfungsi sebagai bantalan antara tulang dan organ-organ disekitarnya seperti otot, tendon, dan kulit untuk mempermudah gerakan.

Bursitis sering terjadi pada sendi yang sering digerakkan. Bursitis merupakan kondisi yang umum terjadi disemua kalangan usia dan jenis kelamin. Namun, semakin tua risiko terkena penyakit bursitis akan semakin tinggi, terutama pada orang yang melakukan pekerjaan ndengan aktivitas yang berulang-ulang seperti pelukis, tukang kebun dan musisi.

Gejala Bursitis

Tanda dan gejala bursitis sebenarnya cukup sederhana dan mudah dikenali. Gejala utama dari bursitis adalah munculnya rasa sakit dan kemerahan di area sendi yang meradang. Rasa sakit ini umumnya akan semakin parah jika Anda bergerak. Penyakit ini bisa terjadi di seluruh bagian tubuh, namun biasanya terjadi pada seni yang sering digeraakn seperti lutut, siku, bahu dan pinggul.

Bursitis bukan termasuk penyakit yang serius, namun jika tidak diatasi dengan benar bisa menjadi lebih berat. Anda harus segera melakukan pengobatan jika:

  • Rasa sakit berlanjut hingga lebih dari 1 minggu tanpa pengurangan
  • Terlalu bengkak, merah, lebam atau ruam pada aera yang terpengaruh
  • Rasa sakit yang tiba-tiba, terutama saat berolahraga
  • Mengalami demam

Penyebab Bursitis

Ada tiga faktor yang sering menjadi penyebab bursitis, antara lain:

  • Cedera – Penyebab paling umum dari bursitis adalah gerakan atau posisi berulang yang memberikan tekanan pada sekitar sendi, seperti berulang kali menekuk dan meluruskan siku, mengangkat beban yang berisiko pada bahu, berjalan atau berlari secara berlebihan
  • Kecelakaan – Terjadi karena jatuh atau mengalami benturan. Saat bursa mengalami cedera maka jaringan didalamnya berisiko mengalami iritasi yang berlanjut pada peradangan dan pembengkakan
  • Infeksi Bakteri – Umumnya terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah seperti pada pencandu alkohol, penyakit HIV/AIDS, gangguan ginjal, diabetes dan efek samping kemoterapi
  • Komplikasi dari penyakit tertentu – Beberapa penyakit dapat menyebabkan seseorang mengalami bursitis seperti rheumatoid arthritis, penyakit asam urat, ankylosing spondylitis dan skleroderma

Diagnosis Bursitis

Dokter bisa mencurigai seseorang terkena bursitis berdasarkan gejala, pemeriksaan tubuh bagian luar yang mengalami sakit dan aktivitas fisik yang dilakukan.

Apabila pasien mengalami demam, dokter akan mengambil sampel cairan dari bursa dan diteliti di laboratorium untuk mengetahui apakah bursitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau komplikasi dari asam urat. Apabila gejala tidak kunjung reda, kemungkinan ada kondisi selain bursitis yang menyebabkan gejala tersebut.

Pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lainnya dapat dilakukan dengan pemindaian MRI untuk mendeteksi adanya ribekan tendin atau dengan tes darah guna mendeteksi penyakit seperti rheumatois arthritis.

Pengobatan Bursitis Dirumah

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi bursitis yaitu:

  • Istirahat dan jangan menggerakan bagian yang meradang
  • Gunakan es untuk mengurangi pembengkakan
  • Gunakan perlengkapan pelindung saat berpartisipasi dalam pertandingan olahraga
  • Hindari aktivitas berulang
  • Konsumsi suplemen herbal yang baik untuk kesehatan sendi

Pencegahan Bursitis

  • Melakukan pemanasan setidaknya selama enam menit sebelum berolahraga
  • Beristirahat secara teratur saat melakukan aktivitas fisik yang melibatkan gerakan berulang
  • Melakukan latihan yang bisa melenturkan dan menguatkan otot
  • Memakai alat pelindung seperti pelindung lutut atau menggunakan sepatu yang sesuai
  • Mengurangi berat badan jika mengalami obesitas

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *