Penyakit Bell’s Palsy – Penyebab, Gejala Dan Pengobatan

Bell’s Palsy adalah kelumpuhan saraf wajah akibat peradangan dan pembengkakan saraf yang mengontrol pada salah satu sisi wajah. Penyakit ini datang secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan salah satu sisi wajah akan terlihat “melorot”. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, namun lebih sering ditemukan antara umur 15-45 tahun.

Saraf yang lemah pada bagian wajah akan berdampak pada indera perasa dan cara tubuh menghasilkan air mata dan ludah. Penyakit bell’s palsy umumnya akan membaik dalam hitungan minggu. Apabila Anda mengalami bell’s palsy, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dengan benar.

Gejala Bell’s Palsy

Gejala bell’s palsy dapat berkembang dengan cepat dan mencapai puncaknya dalam waktu dua hari. Gejala yang terjadi pada setiap penderitanya dapat berbeda-beda. Dan beriktu ini beberapa gejala dari bell’s palsy:

  • Kulit wajah tampak “melorot” di satu atau kedua sisi wajah
  • Sakit telinga pada sis wajah yang terpengaruh
  • Berdenging disalah satu telinga atau keduanya
  • Bagian mulut yang terpengaruh mudah berliur
  • Rasa sakit pada sekitar rahang
  • Mulut terasa kering
  • Penurunan atau perubahan pada indera perasa
  • Kesulitan untuk makan, minum dan berbicara
  • Sakit kepala dan pusing

Gejala-gejala yanng muncul biasanya akan mulai membaik dalam waktu dua sampai tiga minggu dan akhirnya akan pulih sepenuhnya dalam waktu sembilan sampai sepuluh bulan.

Penyebab Bell’s Palsy

Bell’s palsy disebabkan karena peradangan atau terhimpitnya saraf yang mengendalikan otot satau saraf wajah. Dari otak saraf wajah melalui celah sempit di dekat rahang bagian atas. Saat saraf wajah mengalami peradangan atau terhimpit, maka sinyal yang dikirimkan otak menuju ke otot wajah akan terganggu. Gangguan inilah yang menghambat pasokan darah dan oksigen menuju ke sel-sel saraf, akibatnya terjadilah kelemahan atau kelumpuhan pada wajah.

Penyebab iritasi saraf ini masih belum diketahui dengan jelas, namun diduga penyebab utama masalah ini adalah virus herpes. Terdapat dua jenis virus herpes yang diduga dapat menyebabkan iritasi saraf wajah yaitu:

  • Virus herpes simpleks(HSV).HSV tipe 1 yang menjadi penyebab cols sore (lepuhan pada daerah bibir) serta HSV tipe 2 yang menyebabkan herpes genitalis. Kedua jenis virus herpes simplek tersebut diduga mampu mengiritasi saraf wajah.
  • Virus varisela zoster. Jenis virus yang dapat menyebabkan terjadinya cacar air dan cacar api. Virus ini jarang menyebabkan bell’s palsy, namun dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius yaitu sindrom Ramsay-Hunt

Selain karena infeks virus, HIV dan diabetes juga berpeluang menyebabkan terjadinya bell’s palsy, meskipun alasannya belum diketahui. Infeksi saluran pernapasan atas juga dapat menjadi faktor yang dapat memicu terjadinya bell’s palsy. Pada wanita hamil yang sudah memasuki semester ketiga juga memiliki risiko tinggi mengalami bell’s palsy. Ternyata faktor keturunan juga berpengaruh dalam meningkatkan risiko terjadinya bell’s palsy.

Komplikasi Bell’s Palsy

Beberapa penderita bell’s palsy akan mengalami penyakit ini di masa mendatang pada sisi wajah yang lain. Kondisi ini terjadi jika bell’s palsy terkait dengan faktor genetik atau keturunan. Berikut ini beberapa komplikasi yang disebabkan oleh bell’s palsy:

  • Kelemahan wajah. Dua sampai tiga dari sepuluh orang yang menderita bell’s palsy mengalami kelemahan wajah permanen.
  • Gangguan Bicara. Keadaan ini muncul sebagai akibat dari kerusakan pada otot-otot wajah penderita bell’s palsy
  • Mata kering dan tukak kornea. Kondisi ini bisa terjadi karena kelopak mata terlalu lemah untuk bisa menutup sepenuhnya, sehingga lapisan pelindung mata menjadi tidak berfungsi dengan baik dan dapat menyebabkan kebutaan dan infeksi mata
  • Indera perasa berkurang atau hilang. Ini terjadi jika kerusakan saraf tidak bisa kembali pulih dengan baik
  • Kontraktur wajah. Cacat wajah, mata mengecil, pipi menebal, dan garisantara hidung dan mulut bertambah dalam sebagian akibat dari kontraktur otot-otot wajah

Pengobatan Bell’s Palsy

Pada dasarnya, tanpa pengobatan khusus pun kasus bell’s palsy dapat kembali pulih sepenuhnya. Pengobatan yang dilakukan biasanya untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah terjadinya komplikas dari bell’pasly tersebut. Beberapa pilihan pengobatan untuk bell’s palsy yaitu:

  • Obat dapat digunakan untuk mengurangi gejala yang parah, seperti obat grup kortikosteroid yang berguna untuk mengurangi radang saraf
  • Dalam beberapa kasus langka, penderita yang tidak bisa pulih total harus menjalani operasi untuk meredakan tekanan pada permukaan saraf

Artikel Terkait :

    kepala terasa pusing

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Gunakan Jari Anda Dengan Bijak!!